Elang dalam Burung Pipit

Aku menunduk dan melihat bayangan seekor
burung pipit yang sedih, dan lemah
selalu berusaha menerjang angin,
dan walupun pasir-pasir yang bertebaran menusuk dagingnya
dia berjuang dengan sekuat tenaga, mengepakan sayapnya
menahan punggungnya yang penuh beban.
Aku melihat ini, bayanganku, melengkung dan
berputar di bumi
dan duka cita membakar goresan dalam pada
harapan gelapku di dalam.
Aku pernah melihat gelas, dan bukan karena
separuhnyua yang kosongĀ  yang membawa keputusasaan.
Tapi, bagian yang tumpah
Madu yang aku rindukan dan aku perlukan
Yang aku tangisi.
Aku berhenti dan mawar yang kuciumi, tapi itu
Adalah mawar palsu.
Aku memiliki jiwa dan spirit, tapi mereka sudah
Melulpakan dan tidak saling mengenal.
Ketika aku memeras titik merah darah keberaniaku
ke dalam kepakan sayap-sayapku
Aku benar-benar tersesat di jalan yang telah
Kupetakan
Aku tersesaat tepat di tempat yang telah aku pilih.
Setiap petunjuk yang aku gambar ada di sini
Dan aku semakin tersesat daripada aku hidup.
Di dalam pengetahuan yang gelap ini, akhirnya aku
Menemukan harapanku.
Di dalam kebenaran yang murni ayang tak aku punyai
sama sekali.
Aku tidak akan pernah mencapai tempat tujunku
Apapun halangannya, darah, air mata,
Robekan jiwaku,
Ketika sayap-sayapku tersayat oleh kesedihan yang telah
aku buat sendiri
dan didalam harapaan yang tidak memilki harapan
Ini,
Aku menemukan angina
Tidak hanya angin, tetapi angina di dalam angin.
Aku berhenti mengapakkan sayap, membebaskannya,
dan mulai mengapung
Perubahan di dalam udara sejuk kehidupanku,
kehidupanku yang sejati tidak palsu.
segala sesuatu baru dan aku terbang melayang
Kemudian membungbung tinggi melangit,
dengan mudah menuju surga.
Sayap-sayapku memeluk langit dan jiwaku kembali
mengenal spiritku.
Madu itu bukan did lam gelas itu
sebab madu itu adalah setiap mawar.
Aku tidak lagi berjuang dan menerjang sebab
sekarang aku hidup.
Pasir dan angin bersama-sama dengan perjalananku
Saudara-saudaraku di sampingku,
memeluk ku erat.
Aku memandang seluruh dunia bernapas keindahan
yang murni di dalam dan di luar
Beban beratku menguap bersama keluh kesahku
Dan memenuhi awan-awan yang mengacak-acak
rambutku
Aku menunduk
Bayangan-bayangan burung pipit yang sedih tidak ada lagi.
Aku hanya melihat sayap-sayap besar burung Elang
yang mengembang
Dalam angin dari semua angina
yang selalu dimilikinya.

Charles C. Manz

Satu Tanggapan ke “Elang dalam Burung Pipit”

  1. Ih nu2..Puisinya bagus tapi kepanjangan..He he

Tinggalkan Balasan