Aku menunduk dan melihat bayangan seekor
burung pipit yang sedih, dan lemah
selalu berusaha menerjang angin,
dan walupun pasir-pasir yang bertebaran menusuk dagingnya
dia berjuang dengan sekuat tenaga, mengepakan sayapnya
menahan punggungnya yang penuh beban.
Aku melihat ini, bayanganku, melengkung dan
berputar di bumi
dan duka cita membakar goresan dalam pada
harapan gelapku di dalam.
Aku pernah melihat gelas, dan bukan karena
separuhnyua yang kosong yang membawa keputusasaan.
Tapi, bagian yang tumpah
Madu yang aku rindukan dan aku perlukan
Yang aku tangisi.
Baca selebihnya »